Benarkah batuk adalah pertolongan pertama pada serangan jantung?

Seringkali pesan berantai mengenai kesehatan beredar diantara kita, sayangnya, sebagian diantaranya benar namun banyak pula yang keliru. Pesan seperti ini tentu membingungkan masyarakat umum.

Salah satu hal keliru yang banyak tersebar adalah bagaimana batuk menjadi pertolongan pertama pada saat serangan jantung.

Pesan salah kaprah mengenai batuk sebagai pertolongan pertama pada serangan jantung ini sebenarnya sudah lama beredar bahkan di luar negeri. American Heart Association sudah lama mengeluarkan pernyataan resmi bahwa hal ini tidak dianjurkan. Hal tersebut bahkan tidak pernah diajarkan dalam pelatihan Basic Life Support.

 

Pada saat terjadi serangan jantung, aliran darah ke otot jantung mendadak berkurang secara signifikan. Hal tersebut mengakibatkan otot jantung mengalami kekurangan oksigen dan sel-sel nya mengalami kerusakan. Kejadian ini kadangkala dapat mengakibatkan gangguan listrik jantung ( aritmia).

 

Batuk tidak ada pengaruhnya pada penyumbatan pembuluh darah koroner mendadak yang merupakan mekanisme utama terjadinya serangan jantung. Batuk tidak mencegah kerusakan otot jantung yang terjadi, dan tidak ada efeknya pada nyeri dada saat serangan jantung. Batuk bahkan tidak menghentikan gangguan irama jantung bilamana hal itu terjadi.

 

Batuk bertujuan menjaga aliran darah ke otak saat detik detik awal terjadi gangguan irama jantung hingga diharapkan “memberikan” waktu beberapa detik sampai gangguan irama jantung tersebut teratasi. Namun, hal tersebut sama sekali tidak berguna jika penderita berada di luar rumah sakit.

 

Karena itu, “ batuk” ini biasa diajarkan saat terjadi gangguan irama jantung di dalam rumah sakit dalam kondisi sadar dan termonitor ketat dengan alat rekam irama jantung (elektrokardiografi), misalnya bila terjadi di ruang kateterisasi jantung. Batuk akan diajarkan oleh petugas kesehatan atau dokter yang berada dalam ruangan tersebut saat melalui monitor terdeteksi aritmia mendadak . Prosedur penanganan aritmia segera dijalankan, sebenarnya tanpa menunggu anda batuk. Batuk tidak efektif menolong pada semua orang, sehingga hal ini tidak menunda prosedur pengobatan.

 

Jadi, bila terjadi serangan jantung segera lah ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit terdekat. Cari bantuan segera. Apabila anda pernah berobat jantung dan diberikan bekal obat pengencer darah atau “ obat dibawah lidah” segera gunakan obat tersebut sementara menuju UGD. Batuk bukan pertolongan pertama pada serangan jantung.

Bagikan Artikel Ini

Share your thoughts

Open chat
Tanya Dokter Vito
Hai, silakan tanya mengenai kesehatan anda ke dr. Vito dan VIPMED specialist team disini.