JADWAL TIDUR TIDAK TERATUR? AWAS KOLESTEROL TINGGI

Pekerja kantoran dan karyawan dengan shift kerja malam adalah kelompok orang yang sangat rentan dengan gangguan kolesterol. Sebabnya? Selain faktor genetik, gangguan metabolisme kolesterol juga dipengaruhi oleh pola makan dan gaya hidup sehari hari. Pekerja kantoran dan petugas dengan waktu kerja malam seringkali makan tidak teratur dan tidak bergizi karena jam kerja yang padat dan waktu makan sering kali terlewatkan. Selain itu olahraga bukan menjadi aktivitas rutin. Hal lain yang ternyata penting adalah siklus atau jadwal tidur.

 

Jadwal tidur yang tidak menentu, ternyata berpengaruh terhadap metabolisme kolesterol karena kurangnya waktu tidur berpengaruh buruk terhadap sistim imun dan juga metabolisme lipoprotein serta ekspresi genetik yang bertanggungjawab untuk transport kolesterol.

 

Sebuah penelitian di Helsinki mengungkapkan orang-orang yang kurang tidur memiliki kadar kolesterol baik (HDL) yang lebih rendah dan kadar kolesterol jahat (LDL) meningkat dibandingkan orang-orang dengan waktu tidur cukup. Sebuah penelitian lain melibatkan ribuan subjek, dan analisis ekspresi gen yang mengatur lipoprotein dan kadar kolesterol. Penurunan ekspresi gen pengatur kadar kolesterol ini ditemukan pada orang-orang yang kurang tidur, dibandingkan dengan yang cukup waktu tidurnya.

 

Meninjau hasil-hasil penelitian sebelumnya, gangguan metabolisme kolesterol adalah salah satu faktor utama penyakit jantung koroner. Kolesterol jahat (LDL) berperan dalam pembentukan plak aterosklerosis pada mekanisme penyakit jantung koroner yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah, dan sewaktu waktu dapat menyumbat lalu menyebabkan serangan jantung. Mekanisme yang serupa dapat terjadi di pembuluh darah otak dan menyebabkan stroke. Bila tidak menyebabkan kematian, stroke dapat menyebabkan kelumpuhan permanen.

 

Penelitian lain sebelumnya sudah mengungkap bahwa kurang tidur meningkatkan risiko seseorang mengalami serangan jantung. Penemuan mengenai kurang tidur dan gangguan metabolisme kolesterol ini dapat menjadi salah satu penjelasannya, mengapa risiko serangan jantung meningkat pada orang-orang yang kurang tidur. Kurang tidur menyebabkan gangguan metabolisme kolesterol dan penurunan ekspresi genetik yang mengatur kadar kolesterol yang merupakan salah satu faktor utama peningkatan risiko serangan jantung dan juga stroke.

Bagikan Artikel Ini

Share your thoughts

Open chat
Tanya Dokter Vito
Hai, silakan tanya mengenai kesehatan anda ke dr. Vito dan VIPMED specialist team disini.